Asrama Nahdlatul Islahiyah Karawang Dibangun, Jawab Kebutuhan Puluhan Santri Yatim dan Duafa

Yayasan Nahdlatul Islahiyah resmi memulai renovasi total asrama yatim dan duafa yang berada di Adiarsa Timur, Kabupaten Karawang. Prosesi peletakan batu pertama menjadi penanda dimulainya pembangunan pada Senin (27/4/2024). Proyek ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas yang selama ini dialami para santri. ©The Karawang Times

krwtimes - Yayasan Nahdlatul Islahiyah resmi memulai renovasi total asrama yatim dan duafa yang berada di Adiarsa Timur, Kabupaten Karawang. Prosesi peletakan batu pertama menjadi penanda dimulainya pembangunan pada Senin (27/4/2024). Proyek ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas yang selama ini dialami para santri.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta berbagai lembaga dan organisasi masyarakat, di antaranya perwakilan Laznas Agnia Care, Kementerian Agama, MUI Kabupaten Karawang, Dinas Pendidikan, hingga unsur masyarakat dan relawan.

Ketua Yayasan Nahdlatul Islahiyah, Shodiq Jabar menjelaskan, bahwa saat ini terdapat 55 anak binaan yang tinggal di asrama tersebut. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi berusia delapan bulan hingga dewasa tingkatan S3. Kondisi ini menuntut tersedianya fasilitas yang lebih memadai untuk mendukung kebutuhan mereka.

Menurutnya, pembangunan ini dilatarbelakangi oleh kondisi bangunan lama yang sudah tidak layak. Selain sering bocor saat hujan, ruang yang tersedia juga terlalu sempit untuk menampung seluruh santri.

“Kami berharap dengan pembangunan asrama ini, pelayanan kepada anak-anak yatim dan duafa bisa semakin optimal,” ujar Shodiq.

Apresiasi juga datang dari Camat Karawang Timur, Gunawan, yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan dukungannya terhadap yayasan yang bergerak di bidang sosial tersebut.

“Terima kasih atas inisiatif ini. Anak-anak yatim dan duafa ini juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Laznas Agnia Care, Yudi Ginanjar, S.Si., memaparkan bahwa pembangunan akan dilakukan secara vertikal menjadi lima lantai, menyesuaikan dengan keterbatasan lahan. Nantinya, bangunan tersebut akan dilengkapi fasilitas asrama dan ruang belajar yang dirancang agar lebih nyaman bagi para santri.

Pembangunan ini diperkirakan menelan biaya hingga Rp8 miliar. Meski demikian, pihak Laznas Agnia Care optimistis proyek dapat berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak, dengan target penyelesaian pada tahun 2026.

Yayasan Nahdlatul Islahiyah sendiri merupakan Mitra Pengelola Zakat (MPZ) resmi di bawah Laznas Agnia Care yang telah memiliki izin dari Kementerian Agama. Legalitas ini menjadi jaminan transparansi dan keamanan bagi masyarakat dalam menyalurkan donasi.

Yudi juga menambahkan bahwa pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga lain, seperti majelis taklim, selama memiliki izin resmi. Pola kemitraan yang diterapkan Laznas Agnia Care adalah satu kota satu mitra utama, yang saat ini telah berjalan di sejumlah daerah seperti Bandung dan Tasikmalaya.

Dukungan terhadap pembangunan ini juga datang dari berbagai pihak, di antaranya Laznas Agnia Care, Tarekat Idrisiyyah Indonesia, Klinik Chio Medical Center, UPZIS PT Pindodeli, Bulog Karawang, serta Bengkel Body and Cat Karoto.

Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, bisa langsung mengunjungi sekretariat. Selain itu, informasi mengenai rekening resmi yayasan dapat diakses melalui media sosial resmi Nahdlatul Islahiyah maupun melalui platform Laznas Agnia Care.

Acara peletakan batu pertama ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar proses pembangunan berjalan lancar. Renovasi ini diharapkan menjadi langkah awal peningkatan kualitas hidup anak-anak yatim dan duafa di Adiarsa Timur, agar mereka dapat tumbuh dan belajar di lingkungan yang lebih layak. (KT)